Bengkulu Kaur, republikindo.com- Salah satu tradisi hingga kini masih terjaga dalam kegiatan Aqiqah biasa disebut mandi pagi wilayah kecamatan kinal Rumah Lidit Desa Pendandingan, menari 9 putaran untuk mengelilingi bibit kelapa, masih terus terjaga dengan baik, karena menjadi warisan leluhur terdahulu, yang kegiatan akhir dari tarian tadinya di berikan hamburan permen dan uang serta beras,Minggu 16/2/2025.
Menurut toko masyarakat Rusmidi" Tarian tersebut saat anak perempuan di aqiqah kan oleh orang tuanya mereka selalu melakukan penarian dengan Mengelilingi Bibit Pohon Kelapa artinya berharap bahwa anak perempuan yang berangkat akan menuju usia remaja ini diharapkan memiliki kekuatan yang kuat dalm mengarungi Pase kehidupan kendati sulit nya perjalanan hidup mereka tetap kuat dan selalu memberikan banyak manfaat buat sekitar, seperti batang nya bisa banyak digunakan untuk kebutuhan, buahnya juga bermanfaat, daunnya juga bahkan sampai ke batok kelapa dan serabut nya juga, Jelas Rusmidi .
Anak perempuan harus kuat dalam menjalankan masa anak-anak menuju masa dewasa sampai ke ibuk - ibuk nanti nya, karena harga diri kehidupan ini penopang nya adalah kaum wanita, Jelas Rusmidi. (Red)